Langsung ke konten utama

Postingan

"Emulsifiers" Senyawa Ajaib dalam Industri Makanan

Belakangan ini perkembangan ilmu dan teknologi pangan kian pesat. Berbagai produk pangan olahan mampu dihasilkan guna memenuhi permintaan konsumen yang makin beragam. Di sejumlah pasar baik tradisional maupun di mal tak sulit menemukan es krim, saus, roti yang teksturnya lembut, mayonnaise, salad dressing, margarin, mentega, makanan formula bayi dan berbagai produk olahan susu lainnya. Pengembangan produk pangan baru berbasis emulsi tidak terlepas karena peran ganda emulsifier. Fenomena campuran air dan minyak yang cenderung berpisah dapat menyatu karena ”keajaiban” emulsifier. Senyawa penyambung yang memiliki dua kutub berbeda, kutub polar dan non polar, berinteraksi secara spesifik dengan dua cairan yang tidak saling melarut. Di bawah kondisi normal, salah satu cairan terdispersi ke dalam cairan yang lain sebagai globula yang diameternya bervariasi antara 0,1 dan 100 µm. Globula kecil yang tersebar disebut sebagai fase diskontinyu. Sedangkan cairan tempat fase diskontinyu terseb...

Cake Emulsifier Dalam Industri Bakery

Menurut data dari Euromonitor International yang dirilis November 2008, jumlah cake yang diproduksi oleh industri cake di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 6,4 juta ton. Sedangkan yang diproduksi oleh usaha rumah tangga dan took cake (artisan) mencapai 25,6 juta ton. Nilai dari penjualan cake di kelas industri mencapai Rp 289 miliar sementara yang dari segmen artisan cake maker mencapai 1,2 triliun rupiah. Pertumbuhan usaha cake antara tahun 2003 sampai 2008 mencapai 9,7 % berdasarkan volume tonase sedangkan berdasarkan nilai rupiah mencapai 66 %. Angka yang diperlihatkan dari industri cake tersebut memang sangat menggiurkan. Yang perlu dicermati adalah bahwa untuk menggapai segmen pasar yang besar memerlukan kemampuan untuk menjual dengan harga yang terjangkau. Untuk itu produsen harus putar otak agar tercapai kemampuan untuk menjual dengan harga terjangkau diantaranya dengan mengurangi atau mengganti bahan dalam resep cake yang harganya mahal seperti telur dan butter dengan bahan ...

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersus...

Memilih Acidulan untuk Produk Minuman

Bila kita membaca label pangan produk minuman, kita hampir selalu menemukan asam sitrat (natrium nitrat), asam tartarat, atau lainnya yang memiliki fungsi mengontrol pH. Ingridien-ingridien tersebut merupakan acidulan, yang tugas utamanya adalah menurunkan keasaman. Sebagaimana pernah dibahas dalam FOODREVIEW INDONESIA edisi Oktober 2009, acidulan memiliki banyak kegunaan. Tidak hanya untuk menimbulkan rasa asam atau menghambat pertumbuhan mikroba, tetapi juga fungsi lain. Saat ini, setidaknya ada tujuh jenis acidulan yang banyak digunakan, yakni sitrat, fumarat, laktat, malat, fosfat, dan juga tartarat. Setiap jenis acidulan tersebut memiliki karakter spesifik, sehingga aplikasinya pun bisa berbeda-beda. Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh industri pangan, termasuk industri minuman, dalam penggunaan ingridien ini adalah pengaruhnya terhadap rasa dan flavor. Dalam sebuah publikasinya di Food and Beverage Asia, Sortwell (2004) mengungkapkan bahwa acidulan memiliki efe...

Kesadahan Air

  Kesadahan air adalah adanya kandungan mineral-mineral tertentu yang terdapat di dalam air, pada umumnya mineral itu adalah ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang mengandung jumlah kadar mineral yang cukup tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Jenis dan Karakteristik Kesadahan Air Secara lebih rinci kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu: 1) kesadahan umum (general hardness atau GH) 2) kesadahan karbonat (carbonate hardness atau KH). Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai kesadahan total atau total hardness. Kesadahan total merupakan penjumlahan dari GH dan KH. Kesadahan umum atau “General Hardness” merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) dalam air. GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/ satu persejuta bagian) kalsium karbonat (Ca...

Pembuatan Ragi

Pendahuluan Kata “ragi” dipakai untuk menyebut adonan atau ramuan yang digunakan dalam pembuatan berbagai makanan dan minuman seperti tempe, oncom, tape, roti, anggur, bir, brem dan lain-lain. Mikroba mempunyai peranan yang cukup besar yaitu selnya dapat dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan aktifitas serta komponen senyawa yang dihasilkan dapat dimanfaatkan. Salah satu organ biologis yang dihasilkan oleh mikroba adalah enzim. Ada beberapa mikroorganisme yang mempunyai enzim yang berguna untuk memecah senyawa kompleks seperti polisakarida, protein dan lemak. Enzim memegang peranan penting dalam dunia industri, termasuk dalam pembuatan roti. Enzim yang berperan dalam memperbaiki sifat-sifat fungsional adonan roti adalah enzim amylase dan enzim zimase. Pada pembuatan roti, bahan utama yang digunakan adalah tepung terigu (gandum), ragi roti dan air. Bahan lain dapat ditambahkan seperti garam, tepung malt, lemak dan sebagainya. Tiga tahapan penting dalam pembuatan roti ...

PIRT

Produk pangan yang dikonsumsi bagi masyarakat haruslah aman dari bahan-bahan berbahaya, baik bahaya kimia, bahaya biologis, maupun bahaya fisik. Guna memberikan keamanan pangan bagi konsumen, maka diperlukan sistem pembinaan dan registrasi produk. Khususnya bagi produsen, untuk mendapatkan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT) beserta persyaratannya dapat dilihat sebagai berikut : 1. Pengajuan Permohonan : Kepada Pemerintah Daerah Cq. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. 2. Persyaratan : 2.1. Pemilik / Penanggung Jawab Memiliki SIUP / TDI dari Diperindag Memiliki Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan dari Dinkes & Kabupaten / Kota atau Minimal 1(satu) orang memiliki Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) • Bila tidak memiliki Sertifikat PKP, perusahaan menunjuk tenaga yang sesuai dengan tugasnya mengikuti Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan. 2.2. Sarana Produksi Sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan kabupaten / kota Laporan hasil pemeriksa...