Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pengemasan Pangan

Plastik Buram dan Rapuh Jangan untuk Bungkus Makanan

seafast.ipb.ac.id, Kantong kresek kini banyak jenisnya, namun hati-hati jika menggunakan kantong kresek yang buram dan rapuh. Jangan sekali-kali menggunakannya untuk membungkus langsung makanan Anda. "Plastik burek nggak bagus untuk makanan, itu plastik daur ulang," kata Dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Dr Nuri Andarwulan saat dihubungi Liputan6.com dan ditulis Senin (14/10/2013). Profesor Nuri menjelaskan, untuk memilih plastik yang bisa kontak dengan makanan haruslah yang  food contact material . Dan kantong plastik bukanlah wadah yang boleh kontak langsung dengan makanan. "Kresek itu ditujukan bukan untuk makanan, mereka digunakan untuk wadah," ujarnya. Ia mengatakan, untuk membuat plastik itu tak hanya senyawa plastik tapi banyak bahan kimia aditif yang bisa berbahaya untuk tubuh. Apalagi jika itu plastik daur ulang. "Plastik bekas itu bau karena bahan kimia aditif, "Itu kan daur ulang, campur macam-macam dan tida...

Prospek dan Tren Kemasan Botol Plastik Di Indonesia

foodreview.biz, Plastic packaging is not only to protect product inside. It can be used as product differentiation in penetrating new market. Plastic cup polipropilen 180 ml-250 ml is now dominating the market for mineral water, tea, coffee and other beverages. This packaging stimulates industry food and beverage industry with significant growth. This article will explain furthermore on the trend and types plastic packaging for food and beverage industry. Pertumbuhan kemasan plastik akan mengikuti pertumbuhan bisnis makananan dan minuman. Menurut Adhi S Ketua umum GAPPMI pertumbuhan makanan dan minuman di tahun 2011 adalah 7-8 %. Tahun ini tingkat pertumbuhan diperkirakan 8-10%. Tentu akan diikuti pertumbuhan kemasan plastik. Akan tetapi yang menarik adalah kemasan plastik dapat juga menjadi alat inovasi di bidang kemasan, yang dapat memicu pertumbuhan bisnis makanan dan minuman. Sebagai cont...

KEMASAN PLASTIK

Kemasan plastik saat ini mendominasi industri makanan di Indonesia, menggeser penggunaankemasan logam dan gelas. Hal ini disebabkan karena kelebihan dari kemasan plastik yaitu ringan,fleksibel, multiguna, kuat, tidak bereaksi, tidak karatan dan bersifat termoplastis (heat seal), dapat diberi warna dan harganya yang murah. Kelemahan dari plastik karena adanya zat monomer dan molekul kecil dari plastik yang mungkin bermigrasi ke dalam bahan pangan yang dikemas. Plastik sering dibedakan dengan resin, karena antara plastik dan resin tidak jelas perbedaannya. Secara alami, resin dapat berasal dari tanaman seperti balsam, damar, terpentin. Oleoresin dan lainlain. Tetapi kini resin sintesis sudah dapat diproduksi misalnya selofan, akrilik seluloid, formika, nilon, fenol formaldehida resin dan sebagainya. A. SEJARAH PERKEMBANGAN PLASTIK Penemuan dan pembuatan plastik, pertama kali dilaporkan oleh Dr.Montgomerie pada tahun 1843, yaitu oleh penduduk Malaya dengan cara memanaskan getah karet kemu...

KEMASAN ALUMINIUM

  Aluminium merupakan logam yang memiliki beberapa keunggulan yaitu lebih ringan daripada baja, mudah dibentuk, tidak berasa, tidak berbau, tidak beracun, dapat menahan masuknya gas, mempunyai konduktivitas panas yang baik dan dapat didaur ulang. Tetapi penggunaan aluminium sebagai bahan kemasan juga mempunyai kelemahan yaitu kekuatan (rigiditasnya) kurang baik, sukar disolder sehingga sambungannya tidak rapat sehingga dapat menimbulkan lubang pada kemasan, harganya lebih mahal dan mudah mengalami perkaratan sehingga harus diberi lapisan tambahan. Reaksi aluminium dengan udara akan menghasilkan aluminium oksida yang merupakan lapisan film yang tahan terhadap korosi dari atmosfir. Penggunaan aluminium sebagai wadah kemasan, menyebabkan bagian sebelah dalam wadah tidak dapat kontak dengan oksigen, dan ini menyebabkan terjadinya perkaratan di bagian sebelah dalam kemasan. Untuk mencegah terjadinya karat, maka di bagian dalam dari wadah aluminium ini harus diberi lapisan enamel. ...

Inovasi Kemasan untuk Ready to Drink

FoodReview.biz - Minuman Siap Saji atau biasa disebut juga sebagai RTD (Ready To Drink) meliputi produk-produk minuman dalam kemasan berupa minuman isotonik, minuman energi, jus, air tawar, teh, kopi dan susu cair serta minuman berkarbonasi. Teknologi pengisian produk RTD ini didominasi oleh teknologi aseptik, hot fill, UHT (Ultra High Temperature) dan HTST (High Temperature Short Time). Pemilihan teknologi mana yang digunakan akan berakibat ke sifat produk dalam hal rasa dan shelf life produk serta jenis dan tebal kemasannya. Kemasan untuk produk minuman siap saji meliputi kaleng, botol kaca dan botol plastik serta cup. Inovasi dalam produk minuman siap saji didorong oleh semakin banyaknya konsumen yang menikmati minuman di luar ruangan atau dalam perjalanan. Mereka memerlukan minuman siap saji dalam ukuran satu porsi. Konsumen golongan ini memerlukan minuman yang dikemas dalam ukuran kecil (150 ml - 330 ml) dan sekali pakai, artinya tidak perlu kemasan yang dapat ditutup kemba...

Klasifikasi dan Pelabelan Minuman Buah

FOODREVIEW.BIZ- “Nama produk pangan harus menunjukkan sifat dan atau keadaan yang sebenarnya” demikian kutipan dari Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, pasal 17. Selain Standar Nasional Indonesia (SNI), ketentuan mengenai penamaan produk pangan ditetapkan juga pada Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK. No. HK.00.05.52.4040 Tahun 2006 tentang Kategori Pangan. Dua ketentuan penamaan tersebut saling melengkapi dan Pemerintah selalu bekerjasama untuk menyelaraskan SNI dan Kategori Pangan. Pada Kategori Pangan diatur ketentuan penggunaan nama “sari buah”, “minuman sari buah” dan “minuman rasa buah.” Sari buah termasuk pada kategori pangan 14.1.2.1 Sari Buah. Adapun minuman sari buah dan minuman rasa buah termasuk pada kategori pangan 14.1.4.2 Minuman Berbasis Air Berperisa Tidak Berkarbonat, Termasuk Punches dan Ades. Perbedaan mendasar diantaranya adalah kandungan sari buah. Karakteristik sari buah Produk sari buah dapat dib...