Langsung ke konten utama

COMBINATION OF HOT FILLING PROCESS WITH NATURAL EXTRACT TO PRODUCE READY-TO-DRINK BLACK COFFEE AND OTHER NATURAL BEVERAGES


Currently at the production process of Ready-To-Drink, the Hot Filling process is only effective for the product with pH less than 4.5 or usually named as acid food or can be use as well for acidified food(adding some acid to the product to reduce the pH in prior of pasteurization/hot filling). The product example of the former one is juice drink and the later one is Pocari Sweat.

In order to get a good shelf life of product with pH higher than 4.5(low acid food) without using preservative, it should be treated with Retorting process or Autoclaving process, or using UHT(Ultra-High-Temperature) sterilization and combined it with Aseptic Filling. These both process are more expensive in investment compared with Hot Filling Technology. And the knowledge and skill of the operator should be high enough, particularly for UHT-Aseptic Filling.

The pH of coffee drink is higher than 4.5 and a long shelf life is only possible to be achieved by using Retort process or UHT-Aseptic Filling (without adding any preservative).

I just invented the improvement of Hot Filling Process by adding extract from “spices” in prior of pasteurization/hot filling and in such a way making this process is effective to produce a long shelf life of ready-to-drink black coffee without adding preservative such as Benzoate/Sorbate and or acid (to lower pH). The critical point of this process is a heat resistant primary container, which should be able to stand at temperature of 92-95oC, while the shape is flexible such as cup, bottle or others. I invented this process at the year of 2007.

The result of microbiological test for 3 month incubated sample at 30oC is as follow: TPC < 10 cfu/ml, yeast < 10 cfu/ml and mold < 10 cfu/ml.
At the beginning of this year I found out this hot filling process and combination with spices extract is work well for RTD of Mung Bean extract and a herbal drink (ginger based) and Alang-Alang extract.

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan