Langsung ke konten utama

PENAMBAHAN VIT C SEBAGAI PENURUN KEASAMAN PADA MAKANAN, MINUMAN DLL


Dalam pembuatan produk minuman ataupun makanan, biasanya di gunakan suatu bahan yang memiliki kandungan keasaman. seperti contoh citrid acid, sodium citrate, malika acid sebagai fungsi untuk menjadikan suatu minuman ataupun makanan tersebut berkwalitas daya tahan lama (awet). akan tetapi, ketika pemakaian tersebut di gunakan otomatis pada minuman ataupun makanan tersebut akan menimbulkan keasaman, itu di karnakan bahan tersebut memang merupakan asam yang memiliki PH 6 ke bawah (0)
Untuk menjadikan minuman ataupun makanan tersebut tidak terasa keasaman nya maka perlu ditambahkan bahan yang bisa menurunkan keasaman (PH).

Vit c merupakan vitamin yang berkemampuan mengikat asam pada makanan ataupun minuman. sehingga pada saat proses pencampuran vit c ke dalam minuman ataupun makanan maka tidak akan terasa lagi keasamannaya, itu di karnakan vit c berkemampuan menurunkan PH keasaman 6 ke bawah (0) menjadi 4 ke bawah (0).

Sebagai contoh makanan ataupun minuman yang dengan sengaja di campur dengan vit c untuk menurunkan kadar keasaman yang di kandungnya ialah: kopi, tea, puding dll.

Melihat kemampuan yang di miliki vit c yang mampu menurunkan PH keasaman pada makanan ataupun minuman, maka pemakaian vit c bukanlah hal yang merugikan bagi kalangan industri yang bergerak di bidangnya tetapi sebaliknya malah sangat menguntungkan selain dapat menjadikan makanan dan minuman tidak terasa keasamanya ia juga dapat menambah dan menjaga cita rasa yang di miliki makanan atau pun minuman.

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan