Langsung ke konten utama

PERHITUNGAN UNTUNG RUGI Penggunaan bahan pemanis buatan




Gula merupakan salah satu bahan pemanis yang sering di gunakan dalam pembuatan makanan dan minuman, akan tetapi mengapa Industri minuman ataupun makanan lebih memilih bahan pemanis buatan di bandingkan dengan gula (Sukrosa)

Untuk mengetahui penyebab tersebut, maka kami akan memaparkn atau menguraikan alasan nya ,dan dengan perhitungan sebagai berikut:

Harga gula Rp 5500 per Kg, untuk 1gram harga nya Rp5,5 per gram
Harga Cyclamat Rp 23000 per kg, untuk 1 gram harga nya Rp 23 per gram
Harga Aspartam Rp 220.000 per kg, untuk 1 gram harga nyaRp 220 per gram

Jika pemakaian 1 gram Cyclamat yaitu setara dengan 70 gram gula( tingkat kemanisannya) dengan perbandingan harga 1 gram Cyclamat Rp 23 per gram dan gula Rp5,5 x 70 gram = Rp 385

Jika pemakaian 1 gram Aspartam yaitu setara dengan 200 gram gula(tingkat kemanisannya) dengan perbandingan harga 1 gram Aspartam Rp 220 per gram sedangkan gula Rp 5,5 x 200 per gram = 1100

Dan seandainya jika akan menggunakan Aspartam dan cyclamate dengan perbandingan 1 gram Aspartam setara 200 gram gula dan Cyclamat 1 gram setara 70 gram gula dan untuk mendapatkan tingkat kemanisan yang sama, maka terlebih dahulu mencari X nya dengan rumus , yaitu:

200 gram gula setara 1 gram Aspartam =2,8 Cyclamat
70 gram gula setara 1 gram Cyclamat

Jadi sudah dapat di ketahui bahwa 2,8 Cyclamat setara 200 gram gula dengan perbandingan harga Cyclamat 2,8 gram x Rp 23 = 64,4 sedangkan gula 200 gram x Rp 5,5 = Rp 1100

Melihat perhitungn diatas, dan dengan alasan ekonomis tidak mengherankan bahwa kebanyakan industri makanan ataupun minuman lebih memilih menggunakan bahan pemanis buatan ( Aspartam, Cyclamat) dibandingkan dengan gula.

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan