Langsung ke konten utama

Penyedap Rasa

Penyedap rasa (MSG) kerap digunakan untuk membuat makanan menjadi lebih nikmat. Tapi di balik rasa nikmat itu, penggunaan media atau bahan dan proses pengolahannya rawan tidak halal. Kasus seperti ini pernah mencuat dalam penyedap rasa Ajinomoto.

Menurut DR Anton Apriyantono dalam Komunitas Halal-Enak-Baik, Kasus yang mencuat pada 2000 itu diketahui setelah produsen produk penyedap itu menggunakan Bactosoytone dalam media yang digunakan pada tahap penyegaran bakteri.

Bahan baku pembuatan Bactosoytone adalah kacang kedelai yang dihidrolisis dengan menggunakan enzim. Salah satunya berasal dari babi.

Hal ini membuat MSG yang diproduksi menggunakan bahan dengan media seperti itu adalah haram. Setelah mengganti Bactosoytone dengan bahan lain yang halal, produk tersebut pun akhirnya mendapat sertifikasi halal MUI.

Produsen MSG tidak selalu menggunakan bahan yang halal. Jika media yang digunakan mengandung bahan yang tidak halal, MSG yang dihasilkan pun menjadi tidak halal pula.

Lantas, bagaimana proses pembuatan MSG? Produk ini biasanya dibuat dengan cara fermentasi. Polanya dengan memanfaatkan mikroorganisme. Organisme ini mampu mengubah bahan baku (substrat) menjadi asam glutamat (dalam kasus pembuatan MSG). Asam glutamat ini kemudian diubah menjadi mono sodium glutamat (MSG) dengan cara kimia.

Anton menjelaskan, pada tahap pertama organisme yang dapat menghasilkan asam glutamat tersebut diaktifkan. Caranya dengan ditumbuhkan dulu dalam suatu media. Cara ini bertujuan agar si bakteri ini bisa tumbuh dengan normal. “Setelah itu, bakteri diperbanyak secara bertahap dalam sebuah media. Mulai dari kapasitas yang rendah hingga tinggi,” ujarnya.

Melewati tahapan ini, bakteri siap memproduksi asam glutamat dengan menggunakan media yang mengandung bahan kaya gula. Bahan itu biasanya adalah campuran molases (hasil samping industri gula) dan hasil hidrolisis pati (seperti pati jagung) dengan menggunakan enzim.

Apakah MSG berbahaya bagi kesehatan? Menurut Pakar Pangan IPB ini, MSG aman dikonsumsi. Pernyataan ini dinyatakan oleh badan-badan dunia yang berwenang dalam menilai keamanan bahan pangan, seperti FDA USDA dan JECFA WHO/FAO. Dengan catatan, penyedap itu dipergunakan dalam batas yang tidak berlebihan.

Berapakah kadar normal konsumsi MSG? Menurut Anton, batasan diperbolehkannya mengonsumsi MSG maksimal 15 gram atau satu sendok teh penuh per hari bagi setiap orang. Pendapat lain menyatakan, paling banyak tiga gram per hari.

Namun, ia menyarankan agar tidak memakai MSG dan menggantinya dengan alternatif lain, misalnya menambah gula dan garam dengan takaran pas. Penggunaan jamur juga bisa menjadi pengganti untuk menambah lezat rasa makanan.

Sumber : republika

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan