Langsung ke konten utama

Mengenal Lebih Jauh Xanthan Gum


whymashen.wordpress.com, Xanthan Gum merupakan Polisakarida ekstraseluler yang disekresikan oleh mikroorganisme Xanthomonas campestris yang berasal dari kedelai, jagung atau produk tanaman lainnya 

Karakteristik
  • Larut dalam air dingin
  • Larutan dengan aliran yang sangat pseudoplastik. Pseudoplastik yaitu kemampuan mengubah viskositas nyata karena adanya laju geser. Jika laju geser meningkat, viskositas berkurang dan sebaliknya.
  • Viskositasnya sangat stabil pada berbagai pH dan temperatur
  • Polisakarida tahan terhadap degradasi enzimatik
  • Menunjukan interaksi yang sesuai dengan galactomannans guar gum, locust bean gum (LBG) dan glucomannan konjac mannan.
  • Pada konsentrasi tinggi wujud lunak, elastis, thermal reversible –> terbentuk dengan locust bean gum dan konjac mannan
Pembuatan

Melalui proses enzimatik yang kompleks, Xanthomonas campestris menghasilkan polisakarida pada permukaan dinding selnya selama siklus hidup normal. Di alam, bakteri ini ditemukan pada daun sayuran Brassica seperti kol/kubis. Secara komersil, xanthan gum diproduksi dari kultur murni bakteri secara aerobik, proses fermentasi.
Tempat kultur –> medium yang teraerasi dengan baik, mengandung glukosa, sumber nitrogen.

Tahapan

Benih (untuk fermentasi akhir) –> proses membuat inokulum melalui beberapa tahapan –>Fermentasi akhir –> pasteurisasi untuk membunuh bakteri –> diendapkan dengan isopropil alkohol –> dikeringkan –> giling/gerus –> kemas 

Struktur Molekul















Data teknis

Fungsi xanthan gum tergantung dari preparat yang benar dari larutan. Larutan yang buruk akan menghasilkan fungsi yang tidak optimum. Agar fungsi optimum, xanthan gum harus di hidrasi terlebih dahulu.

Hidrasi tergantung pada ;
  1. Dispersià terjadi karena adanya peristiwa pembiasan dan indeks bias cahaya berwarna yang berbeda-beda.
  2. Laju agitasi pelarut
  3. Komposisi pelarut
  4. Ukuran partikel
Reologi Larutan Xanthan Gum

Pada larutan ini, jika laju geser tinggi, viskositas rendah.Viskositas yang tinggi pada laju geser rendah menyebabkan xanthan gum memiliki kestabilan jangka panjang dalam sistem koloid. Pengurangan viskositas dan kenaikan laju geser pada xanthan gum penting sebagai bahan tuangan pada sistem suspensi dan emulsi, serta bermanfaat untuk membantu proses pengolahan.

Efek garam pada viskositas –>Pada konsentrasi gum kurang ≤  0,25% , keberadaan garam menimbulkan viskositas berkurang. Pada konsentrasi gum tinggi, viskositas meningkat seiring penambahan garam.

Efek ph pada viskositas –> sedikit, larutan memilik kestabilan yang baik pada pH rendah. Keseragaman larutan dan viskositas yang tinggi terjaga dalam rentang pH 2-12.

Efek temperatur pada viskositas –> xanthan gum mampu mempertahankan viskositasnya sampai titik lelehnya tercapai.

Kompatibilitas
  • Dengan alkohol –> tidak langsung larut à untuk pengental produk alkohol seperti koktail dan minuman coklat
  • Dengan enzim –> enzim dijumpai dalam sistem makanan seperti protease, selulosa, pektinase, amilase, namun tidak dapat menurunkan kadar molekul xanthan gum. Resistansi xanthan gum terhadap enzim digunakan untuk produk berbahan nanas, produk berbahan pati, campuran bumbu, dan berbagai produk yang mengandung enzim aktif.











Manfaat dan Aplikasi

1. Adonan Panekuk


Di dalam adonan basah, xanthan gum dapat mengurangi pengendapan tepung, meningkatkan retensi (waktu tinggal) gas, menanamkan enzim, kestabilan dari pencairan keadaan beku, memberikan lapisan yang merata dan melekat dengan baik. Xanthan gum juga dapat digunakan dalam adonan bahan beku seperti daging ayam, udang, atau ikan.












2. Roti


Xanthan gum menimbulkan kelembutan, pengumpulan dan penyimpanan udara, pada adonan untuk membuat kue, biskuit dan roti

3. Produk susu

Campuran xanthan gum, carrageenan, galactomonnans sangat stabil untuk berbagai produk susu beku dan dingin seperti eskrim, bir, krim susu, dan susu kombinasi. Campuran yang ekonomis dapat disediakan dengan memperhatikan viskositas optimal, peningkatan perpindahan kalor selama proses, kestabilan jangka panjang, perlindangan dari perubahan panas mendadak, serta adanya kontrol terhadap kristal es.









4. Saus

Kadar yang rendah dari xanthan gum menyediakan viskositas tinggi dalam saus. Saus bersifat asam. Viskositasnya stabil pada perubahan temperatur dan di maintenance dibawah berbagai kondisi penyimpanan.

5.  Sirup dan Taburan



Xanthan gum memudahkan penuangan dan sangat melekat pada es krim, buah-buahan dan panekuk. Di dalam refrigerator, sirup dan taburan stabil secara konsisten.


Referensi

P. A. Williams and G. O. Phillips.2004. Handbook of Hydrocolloids.North East Wales Institute, Wrexham

www.wisegeek.com/what-is-xanthan-gum.htm
http://www.xanthangum.org/

Sumber : http://whymashen.wordpress.com/2011/03/12/xanthan-gum/

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan