Langsung ke konten utama

Pectinase: Small, but Important

foodreview.biz, Fungsi spesifik enzim ternyata juga digunakan dalam industri jus buah. Enzim yang digunakan biasanya berasal dari kapang Aspergillus niger dan Aspergillus aculatus. Salah satu jenis enzim yang cukup populer dalam industri jus adalah pektinase.

Sesuai dengan namanya, pektinase secara khusus bekerja pada substrat pektin. Pektin merupakan polimer yang tersusun dari asam galakturonat dan menjadi bagian terpenting yang ditemukan pada buah dan sayur. Secara alami, pektin akan dihidrolisa oleh pektinase selama proses pemasakan. Dalam struktur kimia buah, pektin biasanya berikatan dengan methyl esters atau polimer lainnya. Polimer lainnya yang sering ditemukan berikatan dengan pektin adalah gula -seperti arabans dan galaktans- serta juga selulosa dan hemiselulosa.

Kecenderungan pektin untuk membentuk gel sering diharapkan, namun sering pula tidak diharapkan. Pektin dalam jumlah cukup akan sangat membantu dalam proses produksi jam, jellies, dan fillings. Sebaliknya, pada industri jus dan konsentrat jus, keberadaan komponen tersebut dapat menjadi masalah untuk menghasilkan produksi jus yang jernih. Setiap produsen jus akan melakukan pengujian pektin, yang kemudian akan melakukan depektinasi. Depektinasi sangat penting, terutama untuk jus dalam bentuk konsentrat yang kemudian akan mengalami proses rekonstitusi untuk diminum. Jika tidak didepektinasi, koloid pektin dapat mengendap pada produk akhir. Jus rekonstitusi akan menjadi keruh dan berkabut atau bahkan berikatan dengan partikel lain membentuk partikel yang lebih besar, jika pektin tetap berada dalam suspensi.

Hal yang lebih parah akan terjadi pada proses produksi konsentrat jus bila tidak dilakukan depektinasi. Pektin akan meningkatkan viskositas dan menyebabkan masalah pada evaporator. Padahal peralatan inilah yang akan menguapkan dan memekatkan jus.

Pektinase merupakan campuran beberapa specific enzyme yang dapat memecah enzim melalui proses hidrolisis. Tiga jenis enzim yang dapat menyebabkan degradasi pektin secara lengkap antara lain pectin lyase, polygalacturase, dan methylesterase. Methylesterase tidak mengurangi panjang rantai utama (backbone) pektin, tetapi hanya memotong methyl esters. Rantai samping ini sangat penting untuk kinerja polygalacturase. Enzim ini tidak dapat bekerja hingga gangguan dari ester dihilangkan. Tidak seperti polygalacturase, pectin lyase dapat menghidrolisa methylated pectin.

Secara komersial, enzim yang digunakan biasanya terdiri dari campuran tiga jenis pektinase tersebut, bahkan sering pula ditambahkan selulose dan hemiselulose. Adanya penambahan tersebut diharapkan dapat memberikan sinergi dalam memecah berbagai molekul yang terdapat dalam jus. Akibatnya jus akan terdiri dari solid larut dan tidak larut dalam jumlah tinggi, yang kemudian akan disaring untuk menghasilkan jus jernih.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi enzim, cara tersebut sudah dianggap tidak efektif. Banyak suplier enzim yang kini melakukan inovasi untuk memperbaiki metode tersebut. Diantaranya dengan hanya menggunakan enzim yang benar-benar dibutuhkan, sehingga tidak terlalu menghasilkan solid dan koloid yang dapat merusak filter. Salah satunya adalah dengan pengembangan pectin lyase. Enzim ini memiliki aktivitas tinggi pada pH rendah dan suhu tinggi, sehingga dapat menjadi pilihan yang tepat bagi jus yang memiliki pH asam. Paktinase ini hanya mendegradasi pektin dan tidak merusak mash structure. Selain itu, pectin lyase tidak menghasilkan cellobiose, methanol atau tambahan asam galakturonat. Komponen-komponen tersebutlah yang sering menjadi perhatian industri jus ketika menggunakan campuran enzim. Cellobiose merupakan disakarida yang diperoleh dari proses degradasi selulosa. Kadangkala, komponen ini dijadikan sebagai indikator adulterated juice. Adanya enzim selulose akan memecah komponen tersebut menembus penyaring, dan menjadi bagian dari produk akhir. Banyak industri jus yang berusaha menekan kandungan cellobiose ini.

Pectin lyase dapat menghasilkan cloud stabel juice yang jernih. Keberadaan methyl ester penting untuk menjaga stabilitas cloud dan komponen ini tidak terpengaruh oleh enzim tersebut. Biasanya industri menambahkan enzim sebelum pressing dan menambahkannya lagi setelah pressing. Jus apel, pir, anggur, dan berry dapat dipanaskan pada suhu 50oC – 60oC, kemudian didepektinasi dengan cepat. Sedangkan pada konsentrat jus premium dengan minimum browning dan maximum aroma, jus didepektinasi pada suhu 15oC- 25oC.

Namun pada akhirnya, kandungan jus dan tujuan penggunaan enzimlah yang menjadi penentu jenis enzim yang digunakan. Kombinasi enzim masih sering digunakan, baik dengan penambahan secara single atau sudah dalam bentuk campuran. Bentuknya pun tersedia dalam cair dan bubuk.

Hendry Noer F.

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan