Langsung ke konten utama

Memilih Bahan Kue Lebaran

Republika, Lebaran segera akan menjelang. Berbagai persiapan tentunya sudah diagendakan dalam menyambut datangnya hari kemenangan. Persiapan yang pasti dilakukan oleh setiap ibu rumah tangga adalah mempersiapkan aneka makanan lebaran, termasuk kue-kue. Meski sudah banyak kue kering maupun kue basah yang dijual di pasaran, masih banyak ibu rumah tangga yang ingin membuat kue sendiri. Kehalalan produk merupakan hal utama yang perlu diperhatikan baik dalam memilih bahan kue, untuk menghasilkan kue yang tidak hanya lezat, juga halal . Beberapa bahan dasar pembuat kue yang perlu diperhatikan kehalalannya adalah sebagai berikut. 

Tepung terigu 

Bahan utama pembuat kue ini terbuat dari biji gandum yang pada dasarnya halal. Akan tetapi peraturan di Indonesia mewajibkan adanya fortifikasi vitamin dan mineral pada tepung terigu, sehingga kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan. Hampir seluruh produsen besar tepung terigu di Indonesia sudah bersertifikat halal, sehingga konsumen tidak sulit mencari terigu besertifikat halal di pasaran.

Minyak dan lemak

Kelompok minyak dan lemak yang digunakan dalam pembuatan kue cukup beragam, tergantung jenis kue yang dibuat. Jenis yang umum digunakan adalah minyak sayur, margarin, shortening, dan mentega. Minyak sayur dan margarin tak begitu menjadi masalah, karena produk lokal sudah banyak yang bersertifikat halal sehingga konsumen tidak sulit mencarinya. Shortening asal luar negeri perlu diwaspadai, karena selain terbuat dari minyak nabati, masih banyak yang berbahan baku lemak hewani seperti tallow atau campuran keduanya. 

Jadi jika ingin menggunakan shortening yang belum bersertifikat halal atau produk impor, perlu diperhatikan betul komposisi bahan penyusunnya dan jika memang mengandung bahan-bahan yang mungkin berasal dari hewan pastikan produk impor yang dipilih sudah disertifikasi halal dari negara asalnya. Mentega juga merupakan pilihan dalam membuat kue lebaran.Mentega atau butter perlu dipertanyakan kehalalannya jika dalam pembuatannya digunakan bahan-bahan tambahan seperti pewarna dan perisa.  Jika terdapat bahan-bahan tambahan, maka pastikan produk yang dipilih bersertifikat halal dari negara asal. 

Bahan tambahan 

Bahan tambahan yang berfungsi memperbaiki tekstur dan mengembangkan kue umum digunakan dalam pembuatan kue. Bahan tambahan tersebut dapat berupa bahan-bahan kimia sintetik seperti garam-garam karbonat, ataupun dapat berasal dari turunan asam-asam lemak seperti mono/digliserida. Produk turunan lemak ini perlu diwaspadai karena bisa berasal dari lemak nabati ataupun hewani. Kesulitan yang dialami konsumen saat ini adalah belum banyaknya produk retail yang beserifikat halal. Produk yang besertifikat halal kebanyakan berukuran kemasan besar. Selain itu, produk kemasan kecil yang beredar jarang sekali mencantumkan komposisi bahan penyusunnya. Oleh karena itu konsumen perlu berhati-hati sekali dalam memilih. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah penggunaan bahan-bahan dengan rasa produk haram seperti rum, baik yang asli maupun yang sintetik. 

Keju 

Keju menjadi salah satu bahan primadona yang digunakan dalam membuat kue lebaran. Kue kastengel yang lezat itu tidak akan ditemukan di waktu lain selain lebaran. Keju menjadi salah satu bahan yang perlu dikritisi karena meskipun berbahan baku susu, dalam pembuatnnya digunakan enzim yang dapat berasal dari hewan. Jenis keju yang digunakan dalam pembuatan kastengel umumnya adalah jenis keju tua yang biasanya berbentuk bola yang kemudian dibelah sesuai berat yang dikehendaki. Jenis keju tua yang ada di pasaran saat ini merupakan produk impor. Untuk mengetahui kehalalannya perlu dipastikan bahwa produk tersebut sudah disertifikasi halal. Produk keju lokal yang sudah disertifikasi halal berupa processed cheese yang aroma dan rasanya sudah tidak sekuat keju tua. Jenis keju ini juga bisa digunakan dalam membuat kastengel atau jenis-jenis kue lainnya. 

Produk olahan buah 

Produk olehan buah dalam kaleng atau botol sering digunakan dalam pembuatan kue, baik yang berupa awetan buah ataupun selai. Meskipun bahan asalnya buah yang jelas kehalalannya, statusnya bisa berubah jika ternyata menggunakan bahan-bahan tambahan yang tidak halal. Sebagai salah satu contoh, buah cherry yang diawetkan ternyata ada yang direndam dalam minuman keras untuk memperkuat rasa dan mengawetkan. 

Kuas

Kuas menjadi catatan penting dalam membuat kue karena fungsinya yang penting dalam proses pembuatan kue. Biasanya kuas digunakan untuk mengoles loyang atapun mengoles telur atau bahan lain di permukaan kue. Hindari penggunaan kuas yang terbuat dari bulu atau rambut karena dapat berasal dari hewan apa saja. Bahkan kuas impor yang banyak beredar punya peluang berasal dari bulu babi. Bahan pembuat kuas dapat dikenali dengan cara membakarnya. Jika berbau rambut terbakar, maka dapat dipastikan bahwa kuas tersebut berasal dari rambut atau bulu. Pilihan yang aman adalah menggunakan kuas plastik, meskipun hasil pulasannya tidak secantik kuas bulu.  

Muti Arintawati, anggota pengurus dan auditor halal LP POM MUI Penulis : tri    
REPUBLIKA - Jumat, 06 Oktober 2006     

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan