Langsung ke konten utama

Bikin Mie Sendiri



Detikfood, Jakarta - Mie yang dijual di pasaran belum tentu menyehatkan. Bisa jadi mengandung banyak sodium yang bisa meningkatkan risiko hipertensi. Kalau ingin makan mie yang sehat, buat sendiri saja.Takaran bumbu dan ukuran mi bisa disesuaikan dengan selera.

Selain lebih menyehatkan, membuat mie sendiri tidak terlalu repot. Bahan utamanya adalah tepung terigu, air, garam dan telur. Siapkan juga gilingan mie manual. Kemudian ikuti tahapan berikut ini.

1. Siapkan bahan

Siapkan 500 gram tepung terigu bergluten tinggi (misal Cakra Kembar), 5 gram garam, 5 gram garam alkali, 140 gram air, 50 gram telur dan sedikit minyak goreng.

2. Campur dan istirahatkan

Campur tepung dengan garam, garam alkali, telur dan air lalu uleni hingga menjadi adonan kalis. Bentuk adonan bulat dan langsung taruh dalam baskom. Kemudian tutup dengan plastik transparan selama 30 menit agar adonan beristirahat.

3. Pipihkan adonan mie

Sebelum menggiling adonan menggunakan mesin pembuat mie. Sebaiknya adonan dipipihkan dahulu menggunakan gilingan kue hingga rata dan cukup ketebalannya untuk dimasukkan ke dalam mesin mie.

4. Masukkan ke dalam mesin pembuat mie

Sebelum mie mulai dibentuk,atur ukuran ketebalan adonan pada mesin dan ditaburi tepung agar tidak lengket. Masukkan adonan ke dalam mesin dan putar perlahan. Lakukan secara berulang hingga adonannya jadi tipis atau sesuai dengan ketebalan yang diinginkan.

5. Gunakan pemotong

Jika sudah tipis, cetakan mie bisa langsung diganti dengan pemotong. Kemudian masukkan adonan dan giling perlahan. Adonan yang keluar dari mesin langsung berbentuk lembaran mie. Agar bentuk lembarannya tetap rapi, sebaiknya jangan tarik mie sebelum selesai digiling.

6. Potong mie

Jika ukuran mie terlalu panjang, mie bisa dipotong sekitar 20 cm menggunakan pisau yang bersih dan tidak berkarat. Mie sudah siap direbus untuk kemudian diolah bisa jadi mie rebus komplitatau mi goreng udang yang gurih mantap








Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan