Langsung ke konten utama

Inilah 13 Merek Roti yang Sudah Bersertifikat Halal LPPOM MUI

detikfood, Roti kelihatannya aman dikonsumsi muslim karena hanya berbahan tepung, ragi, gula, telur, dan mentega. Namun, haram bukan cuma soal babi dan alkohol. Roti juga memiliki titik kritis yang bisa membuatnya haram.

Untuk melembutkan gluten dalam tepung gandum serta agar adonan dapat mengembang dengan lebih baik, bahan aditif sering ditambahkan. Salah satunya adalah L-sistein.

Menurut situs Halal Guide (20/03/2009), L-sistein murah yang banyak tersedia di pasaran adalah produksi Tiongkok yang biasanya terbuat dari rambut manusia. Jika benar demikian, maka hukumnya haram.

L-sistein juga bisa berasal dari bulu unggas. Namun, perlu dipertanyakan, apakah bulunya berasal dari hewan yang masih hidup atau sudah mati? Kalau sudah mati, apakah matinya karena disembelih sesuai syariah? Jika bulunya berasal dari hewan hidup atau mati selain karena disembelih secara Islami, statusnya bisa jadi haram.

Bagaimanapun juga, sekarang ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi meski harganya agak mahal. Jadi, tak semua roti yang mengandung L-sistein sudah pasti haram.

Bahan lain yang biasa ditambahkan dalam tepung terigu adalah vitamin dan mineral untuk memperkaya nilai gizinya. Vitamin yang tidak larut lemak dan mudah rusak saat disimpan, misalnya vitamin A, biasanya disalut. Bahan penyalutnya bisa berupa gum, bisa juga gelatin yang patut dipertanyakan kehalalannya.

Ragipun bisa jadi haram karena bahan aditif, media ragi, bahan penstabil, bahan antigumpal, dan bahan pengisinya. Ragi padat, misalnya, sering ditambahi pengemulsi yang berstatus syubhat karena bisa saja menggunakan lemak hewani yang diragukan kehalalannya

Ragi instan juga bisa ditambahi bahan antigumpal yang berstatus syubhat seperti E542 (berasal dari tulang hewan), E570 (asam stearat dari tanaman atau hewan), dan E572 (magnesium stearat, berbahan dasar asam stearat). Untuk bahan pengisi ragi instan, selain gum dan dekstrin kadang digunakan gelatin.

Roti juga dibuat dengan bahan pengembang, salah satunya baking powder yang merupakan campuran sodium karbonat dengan asam pengembang. Asam pengembang ini di antaranya bisa berupa cream of tartar, garam potassium dari asam tartarat yang merupakan produk sampingan industri wine.

Dough conditioner yang berfungsi melembutkan dan mengembangkan adonan serta memperpanjang masa simpan roti juga tak aman dari keharaman. Sebab, bahan aditif ini merupakan campuran dari banyak bahan, termasuk L-sisten, lemak, dan emulsifier yang bersifat syubhat.

Roti juga bisa mengandung shortening yang berasal dari lemak babi. Jika berasal dari lemak sapipun, sapinya harus disembelih secara Islami agar lemaknya berstatus halal. Selain itu, kita perlu mewaspadai kandungan short pastry margarine yang bisa mengandung lemak babi.

Siapa sangka, titik kritis kehalalan roti bisa sedemikian banyak? Agar lebih tentram, muslim memang dianjurkan menggunakan produk yang sudah terjamin kehalalannya. Contohnya adalah produk-produk roti di Jakarta yang sudah bersertifikat halal MUI berikut ini:
  1. Produk: Roti Unyil Amira, Perusahaan: Amira Bakery
  2. Produk: Rotiboy, Perusahaan: PT Rotiboy Bakeshoppe Indonesia
  3. Produk: Roti, Perusahaan: Susan Bakery
  4. Produk: Cheese Bakery, Perusahaan: PT Diamond Cold Storage
  5. Produk: Roti Swanish, Perusahaan: PT Swanish Boga Industria
  6. Produk: Roti tawar, Perusahaan: Macarosand
  7. Produk: Bika - Roti Kering Rasa Keju (Crunchy Bread Snacks), Perusahaan: PT Interfood Sukses Jasindo
  8. Produk: D'Stupid Baker, Perusahaan: PT Bocuan Gapapa
  9. Produk: LeGitt roti, Perusahaan: PT Sriboga Bakeries Integra
  10. Produk: Roti cokelat/cocoa/The Cat, Perusahaan: PT Sriboga Bakeries Integra
  11. Produk: Roti kering cokelat (Aneka Bread), Perusahaan: PT Intimas Lestari Nusantara
  12. Produk: Roti mini, Perusahaan: PT Yamazaki Indonesia
  13. Produk: Roti pizza, Perusahaan: PT Dominoca Cipta Boga

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Bread Improver dan Para Pemainnya

Sebelum tahun 1950, proses pembuatan adonan yang amat populer adalah menggunakan metode sourdough dan sponge and dough yang membutuhkan waktu 12-24 jam dalam proses fermentasi. Proses pembuatan roti di jaman moderen menuntut kecepatan karena waktu semakin berharga dan cakupan wilayah distribusi semakin luas, yang berarti kapasitas produksi semakin besar. Maka proses fermentasi semakin pendek bahkan ada istilah no time dough untuk menjelaskan singkatnya waktu fermentasi. Untuk itu diperlukan bahan yang membantu kinerja pengembangan roti agar maksimal dalam waktu fermentasi yang maksimal yang dikenal dengan nama bread improver. Ada dua alasan utama dalam mengaplikasikan bread improver dalam adonan yang menggunakan yeast, yaitu untuk mendukung kerja yeast dalam memproduksi gas (CO²) dalam masa fermentasi dan menjaga kestabilan kandungan gas di dalam adonan yang berperan juga dalam menentukan cita rasa, kestabilan volume dan shelf life adonan setelah dipanggang. Dalam Bread Improver

Resep Liang Teh & Cara Masaknya

  Bahan bahan liang teh bisa didapatkan di toko obat china yang menjual jamu2 tradisional, jika dijakarta bisa ditemukan didaerah glodok. Biasanya bahan bahan tersebut sudah dalam 1 paket.    Berikut bahan-bahannya untuk membuat Liang Teh : 1. Mesona Palustris (Cincau Hitam/Grass Jelly Drink) / sienchau (xiancao) Ekstrak daun cincau hitam memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang berasal dari golongan flavonoid, polifenol, maupun saponin. Menurut penelitian (Nurdyansyah dan Widyansyah (2017) yaitu ekstrak daun cincau hitam memiliki nilai IC50 66,67 ppm serta total fenol sebesar 829,7 ppm. Nilai IC50 tersebut membuktikan bahwa tanaman cincau hitam berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mampu sebagai antioksidasi dalam tubuh akibat paparan senyawa radikal bebas. Berdasarkan review yang berjudul Beneficial Effect of Mesona palustris BL: A Review on Human and Animal Intervention terbukti bahwa cincau hitam memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, pangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR

  Air memiliki karakteristik fisika, kimia dan biologis yang sangat mempengaruhi kualitas air tersebut. Oleh sebab itu, pengolahan air mengacu kepada beberapa parameter guna memperoleh air yang layak untuk keperluan domestik terutama pada industri minuman. 1. Faktor Fisika  Faktor-faktor fisika yang mempengaruhi kualitas air yang dapat terlihat langsung melalui fisik air tanpa harus melakukan pengamatan yang lebih jauh pada air tersebut. Faktor-faktor fisika pada air meliputi:   A. Kekeruhan Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkanoleh buangan industri.   B. Temperatur Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.   C. Warna Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan